BUAH KURMA AJWA / KURMA NABI ASLI

Kategori Herbal Terapi Gangguan Jin, Sihir, Kesurupan, dan Sawanan, Kurma dan Sari Kurma
Stok Terbatas
Di lihat 4236 kali
Berat ( /pcs )1 Kg
Harga Rp 435.000
Beli Sekarang
081 5665 3474
081 5665 3474
081 5665 3474

Gambar Kurma Ajwa / Kurma Nabi tokoikhtiar.com

Buah segar Kurma Ajwa / Kurma Nabi berkualitas yang penuh dengan keutamaan dan mempunyai banyak khasiat. Diantara khasiatnya adalah untuk meningkatkan daya tahan tubuh (immune system), menambah stamina, melancarkan peredaran darah, mengobati anemia (kekurangan darah), memberi nutrisi pada tubuh, antioksidan pencegah radikal bebas / sel Kanker, mencegah pendarahan ketika melahirkan, meningkatkan kualitas ASI, imunisasi alami untuk bayi, meningkatkan trombosit darah, pemulihan pengobatan demam, demam berdarah dengue (DBD), & Typhus, dan secara empiris mencegah / membantu proses terapi gangguan jin (sihir dan sawanan) dan menangkal racun -dengan izin Alloh-. BUAH KURMA AJWA KURMA NABI ASLI merupakan buah segar Kurma Ajwah asli 100% yang diimpor dari Madinah. BUAH KURMA AJWA KURMA NABI ASLI kami simpan di almari pendingin, sehingga tetap terjaga kesegarannya dan sangat baik untuk dikonsumsi sebagai suplemen nutrisi. BUAH KURMA AJWA KURMA NABI ASLI dikemas dalam kemasan kaca mika yang rapat dan menarik. Herbal alami yang telah terbukti secara medis dan empiris, serta baik dan aman bila dikonsumsi dalam jangka panjang, bisa dikonsumsi untuk segala umur (bayi, balita, anak-anak, remaja, dewasa, dan lansia). Dianjurkan dikonsumsi bagi penderita yang terkena gangguan jin (sihir), Buktikan Khasiatnya….!!!

 

Isi :

500 gram dan 1000 gram

 

Tentang BUAH KURMA AJWA KURMA NABI ASLI :

KURMA ‘AJWAH / KURMA NABI

Apa itu Kurma Ajwah atau Kurma Nabi…?

        Kurma Ajwah atau Kurma Nabi bentuknya tidak lebih besar dari kurma yang lainnya, biasanya hanya setengah ibu jari kita, warnanya lebih hitam dari kurma yang lain, ada juga yang menyebutnya kurma Nabi, karena jenis Kurma ini sangat disukai oleh Nabi Muhammad shallallahu ‘alaihi wa sallam. Kurma Ajwah banyak tumbuh di Kota Madinah – Arab Saudi, rasanya manis serta berdaging tebal. Maka tak heran jika di pasaran, Kurma jenis ini menjadi Kurma dengan predikat tertinggi dari segi harga.

 

Apa Keutamaan Kurma Ajwah Dibanding dengan Kurma Jenis Lain…?

  • Nabi Muhammad shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda :

        “Barangsiapa yang menyantap setiap pagi tujuh butir kurma ‘ajwah, maka tidak akan terkena bahaya racun dan sihir pada hari itu.” [HR. Al-Bukhari no. 5769 dan Muslim no. 2047, dari Shahabat Sa’ad bin Abu Waqqash].

        Al-Hafizh Ibnu Hajar Al-Asqalani rahimahullaah menukilkan perkataan Imam Al-Khathabi tentang keistimewaan kurma Ajwah :

        “Kurma Ajwah bermanfaat untuk mencegah racun dan sihir dikarenakan do’a keberkahan dari Rasulullah Shallallahu ‘alaihi wa sallam terhadap kurma Madinah bukan karena dzat kurma itu sendiri.” [Fathul Bari Syarah Shahih Al-Bukhari oleh Al-Hafizh Ibnu Hajar Al-Asqalany (X/239), cet. Daar Abi Hayyan 1416H]

 

  • Nabi Muhammad shallallahu ‘alaihi wa sallam juga bersabda :

        “’Ajwah itu berasal dari surga, obat dari segala racun.” (HR. Tirmidzi).                    

 

        Karunia Islam sendiri menjadi kemaslahatan bagi umatnya, mengeluarkan mereka dari dunia kegelapan menuju alam kehidupan yang terang benderang, melenyapkan ketidaktahuan mereka, serta memberi petunjuk kepada mereka untuk kebaikan di dunia dan di akhirat. Setiap perkara besar ataupun kecil, pasti sudah dijelaskan hukumnya oleh Nabi, baik melalui nash (dalil) yang jelas, ataupun melalui kaidah-kaidah syariat yang disadur dari teks nash-nash Al-Qur’an. Rasulullah amatlah pengasih dan penyayang terhadap umatnya. Bahkan bisa dikatakan beliau adalah bapak dari setiap muslim, karena demikian besarnya rasa kasih beliau terhadap mereka.

         “Sesungguhnya telah datang kepadamu seorang rasul dari kaummu sendiri, berat terasa olehnya penderitaanmu, sangat menginginkan (keimanan dan keselamatan) bagimu, amat belas kasihan lagi penyayang terhadap orang-orang mukmin.” (At-Taubah [9]: 128)

        Diantara tanda-tanda kenabian beliau dan optimalisasi dari rasa kasih beliau terhadap umatnya, adalah bahwa beliau telah menitipkan pelbagai pesan bermanfaat bagi mereka dalam urusan agama dan dunia mereka. Di antaranya melalui sabda beliau, “Barangsiapa yang menyantap tujuh butir kurma ‘Ajwah setiap paginya, niscaya tidak akan terkena bahaya racun ataupun sihir pada hari itu.”

        Wasiat dari Rasulullah yang amat mahal ini, mencakup makanan sekaligus obat untuk menjaga umatnya agar tidak terkena bahaya setan jin dan manusia, serta berbagai bahaya lain dari jenis hama dan binatang melata.

        Dengan demikian seseorang dapat hidup jauh dari segala hal yang mengusik dirinya, baik yang berkenaan dengan kemaslahatan dunia dan agamanya, serta dapat mengonsumsi makanan yang sesuai dengan karakter alami tubuh dan lingkungannya. Seiring dengan itu, pelbagai penelitian medis dan eksperimen ilmiah telah menguak makna dari hadits tersebut. Mereka mendapatkan realitas bahwa menyantap tujuh butir kurma ‘Ajwah dari kota Madinah dapat memelihara tubuh dari bahaya racun dan sihir. Padahal Rasulullah telah mengungkapkan hal itu dari semenjak ratusan tahun yang silam. Dan kini telah menjadi bagian dari medis modern, yang diakui dapat menjaga kesehatan tubuh.

        Bila hal tersebut sudah kita mengerti, maka harus diketahui pula bahwa itu adalah penyebab utama untuk memulai pembahasan tentang kurma ‘Ajwah dan hukum-hukumnya. Belum lagi adanya dorongan dan perhatian besar dari para pengunjung kota Madinah untuk membeli jenis kurma yang satu ini, meski harganya selangit. Semua itu penulis saksikan sendiri. Hal itu tidaklah aneh, karena kurma itu adalah terapi kenabian, yang dengan izin Allah, dapat menolak dua bentuk bahaya laten yang tingkat bahayanya bagi manusia di dunia dan akhirat amatlah nyata.

        Hanya saja, pembahasan tentang hukum-hukum kurma ‘Ajwah terkadang terkait dengan hukum-hukum kurma secara umum, dan hukum-hukum kurma kota Madinah secara khusus. Oleh sebab itu, sudah seharusnya kita juga mengetahui pelbagai keutamaan yang disebutkan dalam riwayat tentang kurma dan khasiat-khasiatnya, ditambah berbagai penelitian dan studi medis modern yang menjelaskan bahwa kurma memang makanan unggulan, dan makanan multikompleks.

        Allah memberi keistimewaan negeri-negeri Arab semenjak dahulu dengan buah itu. Sehingga dapat ditegaskan bahwa tempat asal dari kurma adalah teluk Arab, kemudian diekspor ke berbagai negara di segala penjuru tanah Arab, karena mereka tahu betul akan keberkahannya. Namun ada pula yang berpendapat3 bahwa tempat asal dari kurma adalah Tarut atau Darain, di wilayah Ihsa’, di Saudi Arabia.

        Dengan demikian, kurma ‘Ajwah atau jenis kurma lainnya, tetaplah merupakan obat yang manjur dan makanan yang bergizi komplit, yang dapat mencegah berbagai macam penyakit dan memberikan khasiat yang banyak pula untuk tubuh manusia.

         “Dan goyangkanlah pangkal pohon kurma itu ke arahmu, niscaya pohon itu akan menggugurkan buah kurma yang masak kepadamu. Maka makan, minum dan bersenang hatilah kamu.” (Maryam [19]: 25-26).

         Kurma adalah salah satu makanan pokok Nabi shallallahu ‘alaihi wassallam. Karena beliau hanya mau menyantap makanan yang sehat. Memilih makanan yang sehat dan bermanfaat merupakan tuntutan dalam syariat. Syaikh As-Sa‘di menjelaskan tentang manfaat dan faedah memilih makanan dengan mengatakan, “Kesehatan, udara segar, makanan sehat, dan menggunakan berbagai hal yang dapat memperkuat tubuh termasuk penyebab panjangnya usia, demikian juga dengan memelihara silaturahmi.”

        Kurma adalah makanan sekaligus obat. Allah memberi petunjuk kepada umat Muhammad n dan membimbing mereka untuk mengonsumsinya, serta menjadikannya sebagai keutamaan bagi mereka. Setelah itu, berbagai bangsa ikut menikmati manfaatnya, karena mereka mengetahui manfaat secara medis dan kesehatan dari kurma tersebut, melalui petunjuk Nabi shallallahu ‘alaihi wassallam.

         Sehingga, saat kita menyantapnya sebagai makanan, kita juga menyantapnya dalam rangka beribadah dan melakukan ketaatan. Kurma berguna sebagai makanan berbuka untuk orang yang berpuasa, untuk bersantap sahur, juga untuk mentahnîk bayi yang baru lahir, yakni dibiarkan bercampur dengan air liurnya, seperti yang disebutkan dalam Sunnah Nabi.

        Namun, apakah kaum bapak dan ibu sudah menyadari sedemikian penting karunia buah kurma yang telah Allah berikan kepada kita itu? Sehingga mereka mampu bersyukur kepada Allah, lalu mendidik anak-anak mereka untuk lebih mengenal terapi ala Nabi ini? Juga mengikuti petunjuk beliau melalui pengarahan beliau, berpegang pada bimbingan dan suntikan ilmu dari beliau untuk kebaikan hidup dunia dan akhirat? Karena petunjuk Nabi mengandung segala kebaikan dan keberkahan. [Sumber : Buku “Khasiat Kurma & Mukjizat Kurma Ajwa”, penulis : MUHAMMAD BIN SHALIH AL-KHUZAIM]

 

Kandungan dan Manfaat KURMA

  • Dapat Memulihkan Tenaga dan Stamina

       Mengandung Glukosa dan Fruktosa yang tinggi, serta Protein dan Asam Amino (As. Palmitas, As. Kapric, As. Linoeat, As. Laurat, As. Pelargonat, As. Myrstat), Mineral-mineral (Mg, K, Ca, S), dan Vitamin (A, B1, B2, Biotin, Asam Folat, Niacin, Asam Askorbat(vit. C).

  • Meningkatkan Daya Tahan Tubuh

        Kandungan Glukosa dan fruktosa yang tinggi  (35%-85%) dapat membantu memulihkan kondisi daya tahan tubuh dengan cepat, 5-10 menit untuk dapat terserap oleh  tubuh  manusia. Sedangkan makanan  karbohidrat lainnya memerlukan waktu sekitar 3-4 jam untuk dapat diserap oleh tubuh.

  • Bagus untuk Suplemen Ibu yang sedang Melahirkan dan Menyusui

        Kadar besi dan Kalsium yang dikandung buah kurma matang sangat mencukupi dan penting sekali dalam proses pembentukan air susu ibu, dapat menggantikan tenaga ibu yang terkuras saat melahirkan atau menyusui,  merupakan dua unsur efektif dan penting bagi pertumbuhan bayi.  Alasannya , dua unsur ini merupakan unsur yang paling berpengaruh dalam pembentukan darah dan tulang sumsum. Kandungan Hormon oxytocine adalah hormon yang salah satu fungsinya membantu ketika wanita melahirkan dan menyusui ataupun hewan betina melahirkan dan menyusui. Kandungan gula dan vitamin B1 sangat membantu untuk mengontrol laju gerak rahim dan menambah masa sistolenya (kontraksi jantung ketika darah dipompa ke pembuluh nadi)”.

        Selain itu Dalam buah kurma segar terkandung hormon yang menyerupai hormon oxytocine yang dapat membantu proses kalahiran.

  • Mengobati Demam Berdarah Dengue (DBD) dan Meningkatkan Trombosit Darah

        Adanya kandungan protein dan asam amino (As. Palmitat, as. Kapric, as Kaprili, as linoleat, as laurat,  as. pelargonat, as myrstat), glukosa, mineral-mineral ( Mg, Kalium, Kalsium, Posfor, dan besi) akan dapat membantu mengembalikan volume plasma darah dan meningkatkan kembali konsentrasi trombosit darah pada penderita demam berdarah (DBD).

 

 

BUAH KURMA dan SARI KURMA

gambar-buah-kurma-ajwa         Buah Kurma (Arab = Tamr ; nama latin = Phoenix dactylifera) adalah tanaman palma (Arecaceae) dalam genus Phoenix, buahnya dapat dimakan. Walaupun tempat asalnya tidak diketahui karena telah sejak lama dibudidayakan, kemungkinan tanaman ini berasal dari tanah sekitar Teluk Persia. Pohonnya berukuran sedang dengan tinggi sekitar 15-25 m, tumbuh secara tunggal atau membentuk rumpun pada sejumlah batang dari sebuah sistem akar tunggal. Daunnya memiliki panjang 3-5 m, dengan duri pada tangkai daun, menyirip dan mempunyai sekitar 150 pucuk daun muda; daun mudanya berukuran dengan panjang 30 cm dan lebar 2 cm. Rentangan penuh mahkotanya berkisar dari 6-10 m.

        Buah kurma banyak mengandung zat-zat gizi yang berguna bagi tubuh, antara lain: glukosa dan fruktosa, sebagai sumber energi yang mudah dibakar oleh tubuh, sehingga sangat baik untuk menjaga stamina tubuh. Oleh karena sari kurma sangat baik bagi orang yang sedang beraktivitas tinggi. Juga telah nyata dirasakan khasiat dan manfaatnya bagi orang yang sedang berbuka puasa, sebagai pemulih tenaga / energi yang hilang.

 

Apa itu Sari Kurma…?

       Sari Kurma merupakan ekstrak buah kurma, terbuat dari sari-sari buah Kurma impor pilihan yang kemudian diolah atau diproses secara modern, tanpa menggunakan bahan kimia dan pengawet. Sehingga teksturnya sangat lembut dan rasanya enak. Sari kurma telah banyak diteliti oleh para ahli, karena kandungan dan khasiatnya yang telah terbukti secara klinis dan medis, kini sari Kurma banyak diburu orang untuk dijadikan suplemen dan sarana terapi pengobatan. Sari Kurma merupakan suplemen yang cocok untuk segala umur.

         Sari Kurma juga mengandung zat-zat anti oksidan, seperti: flavonoid dan flavones, yang berguna untuk menghambat terbentuknya radikal bebas bagi tubuh, dan mencegah penuaan dini. Juga mengandung mineral-mineral kadar tinggi, seperti: kalium dan kalsium, yang berguna  untuk mengganti elektroid yang hilang dalam tubuh. Buah kurma adalah satu-satunya buah yang mengandung kalium yang sangat tinggi (di atas 300 ppm), dan tidak didapatkan pada buah lain. Di dalam sari kurma juga terdapat kandungan kalsium dan magnesium, 2 mineral tersebut sangat penting untuk mencegah terjadinya Osteophorosis.

 

Mengapa Islam Menganjurkan Umatnya untuk Berbuka Dengan Kurma…?

Nabi Muhammad shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda :

“Jika salah seorang diantara kalian hendak berbuka puasa, maka berbukalah dengan kurma,

sebab ia berkah. Jika tidak ada kurma, maka dengan air, sebab ia bersih dan suci”. (HR. at-Tirmidzi)

 

Hikmah dan Rahasia Dibalik Anjuran Nabi shallallahu ‘alaihi wa sallam Berbuka Dengan Kurma

           Jika kita berbuka puasa, organ pencernaan kita (khususnya lambung) butuh sesuatu yang lembut dan halus, agar dapat bekerja lagi dengan baik. Jadi makanannya harus yang mudah dicerna dan juga mengandung gula dan air dalam satu makanan. Tidak ada makanan yang mengandung gula dan air yang lebih baik daripada yang disebutkan oleh hadits NabiJ di atas. Nutrisi makanan yang paling cepat bisa dicerna dan sampai ke darah itu adalah zat gula, terlebih makanan yang mengandung zat gula tunggal atau ganda (glukosa dan sukrosa). Karena zat gula dapat diserap oleh tubuh dengan mudah hanya dalam beberapa menit saja.

            Maka dari itu Kurma menjadi pilihan makanan yang paling baik saat berbuka puasa. Kurma mengandung zat gula yang tinggi yaitu antara 75-87% dan glukosanya sebanyak 55%, fructose (fraktosa) 45% lebih tinggi dari jumlah protein, minyak dan beberapa vitamin (seperti vitamin A, B2, B12), dan sejumlah zat penting lain, seperti : kalsium, phosphor, potassium, sulfur, sodium, magnesium, cobalt, seng (zinc), florin, nuhas (tembaga), salyolosa, dan sebagainya. Fraktosa akan diubah menjadi glukosa dengan cepat dan langsung diserap oleh organ pencernaan, kemudian dikirim ke seluruh tubuh, khususnya ke organ-organ inti, seperti: otak, syaraf, sel darah merah, dan sel pembersih tulang.

           Seperti yang kita ketahui bersama, di ujung puasa kita setiap harinya, glukosa dan insulin dalam darah yang datang ke katup hati akan bergetar. Artinya proses buka puasa kita bakal meminimalisir pemakaian glukosa yang diambil dari organ hati dan sel-sel ujung (seperti otot-otot dan sel syaraf), jadi sesuatu yang bisa menghilangkan setiap zat yang terkandung dalam gelokogen hati. Saat-saat seperti ini, organ-organ sangat bergantung untuk mendapatkan energi dari CO2 (karbondioksida) kimiawi dan oksida glukosa yang terbentuk dalam hati dari asam amino dan gleserol.

            Jadi, melentur dan memanjangnya organ penyerap makanan jadi sangat berarti. Maksudnya, penyerapan glukosa yang cepat di dalam katup pembuluh darah vena di hati akan masuk ke dalam organ hati untuk pertama kalinya, kemudian masuk ke sel otak, organ pencernaan, otot-otot, dan seluruh jaringan tubuh yang lain. Makanya, zat gula itu makanan terbaik buat tubuh karena bisa menghentikan oksidasi karbon kimiawi, memangkas zat-zat berbahaya dalam tubuh, dan bisa meminimalisir lemahnya serta gemetarnya organ pencernaan.

            Dr. Hisyam Syamsi Basya dalam tulisannya, beliau menjelaskan berdasarkan penelitian biokimia, satu kurma yang kita makan itu mengandung air 20-24%, gula 70-75%, 2-3% protein, 8,5% serat, dab sedikit sekali kandungan lemak jenuhnya (lecithine). Lain lagi dengan kurma mengkel (atau Ruthab) yang mengandung 65-70% air, 24-58% zat gula, 1,2-2% protein, 2,5% serat, dan sedikit mengandung lemak jenuh. Dr. Ahmad Abdul Ra’ouf dan dr. Ali Ahmad Syahhat pernah melakukan penelitian kimiawi dan fisiologi terhadap kurma, hasilnya…??? Menakjubkan! Coba lihat :

1. Jika kita buka puasa dengan kurma ruthab (kurma yang mengkel, yang masih segar, dan juga matang di pohon) atau tamr (kurma matang kering yang banyak terdapat di Indonesia), persentase kandungan zat gula kita akan naik, artinya bisa membantu mengilangkan penyakit anemia (kurang darah).

2. Waktu lambung kosong karena tidak makan seharian, ketika berbuka, lambung akan lebih gampang mencerna dan menyerap makanan kecil yang mengandung gula, malah lebih cepat dan maksimal.

3. Kandungan zat gula dalam ruthab dan tamr (tentunya dalam bentuk kimia sederhana) menjadikan proses pencernaan di lambung jadi sangat mudah, soalnya 2/3 zat gula yang ada dalam tamr dan ruthab bisa meningkatkan kadar gula dalam darah dalam waktu yang singkat.

4. Selain itu, kita juga tidak perlu minum banyak-banyak lagi sewaktu berbuka jika kita makan ruthab atau tamar, karena sudah mengandung air 65-70%.

 

Diantara Keutamaan Kurma di dalam Islam

             Buah kurma adalah makanan/buah yang sangat baik dan terkenal banyak manfaatnya, buah Kurma sejak zaman para Nabi banyak dimanfaatkan dan diandalkan sebagai pengobatan. Di dalam al-Qur’an, Kurma disebutkan sebanyak 24 kali, antara lain di dalam surat Maryam ayat 25-26, yaitu ketika Maryam akan melahirkan putranya yang mulia Nabiyulloh ‘Isa ‘alaihis salam. Alloh memerintahkan beliau untuk menggoyangkan pohon Kurma yang menjadi sandarannya, kemudian beliau diperintahkan untuk memakan buah Kurma yang jatuh di dekatnya. Maka sejak saat itu, buah Kurma menjadi makanan terbaik dan obat yang sangat mujarab terkhusus bagi ibu hamil dan pasca melahirkan, dari generasi ke generasi. ‘Abdulloh bin ‘Umar meriwayatkan hadits dari Rosululloh shallallahu ‘alaihi wa sallam, beliau shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda : “Ada jenis pohon yang berkahnya seperti berkah seorang muslim…, yaitu pohon kurma”.

        Allah Subhanahu wa Ta’ala telah melebihkan kurma dari buah-buahan yang lain, Alloh Subhanahu wa Ta’ala  menyebutnya di 20 tempat yang berbeda di dalam Al-Qur’an dengan memakai lafadz pohon kurma : an – Nakhl, an-Nakhiil atau an-Nakhlah. Anda dapat mempelajari sendiri di dalam Al-Qur’an di surat : Ar-Rahman: 11, Al-Qaf:10, Yaasiin: 67, Ar-Ra’du: 4, Maryam: 25-26, dalam menjelaskan ayat ini Ibnu Katsir rahimahullah membawakan perkataan ‘Amr bin Maimun di dalam tafsirnya :

“Tiada sesuatu yang lebih baik dari perempuan nifas kecuali kurma kering dan kurma basah”.

         Lihat pula dalam Maryam : 23, Al-Baqarah : 266, Al-An’am : 99, Al-An’am : 141, An-Nahl : 11, An-Nahl : 67, Al-Isra’ : 91, Al-Kahfi : 32, At-Taha : 71, Al-Mu’minun : 19, Yaasiin : 34, Qamar : 20, Ar-Rahman : 68, Al-Haaqah : 7 dan ‘Abasa : 29.

 

Peran Kurma pada Wanita Hamil, Melahirkan, Nifas, dan Menyusui

        Kurma mengandung hormon yang mirip dengan hormone Oksitosin (hormone yang dihasilkan Neurohipofisa, yang bekerja untuk merangsang kontraksi otot polos dinding rahim selama coitus/senggama dan melahirkan) yang membantu proses kelahiran. Dengan cara hormone Oksitosin tersebut menyatu dengan reseptornya, kemudian secara bertahap memulai kontraksi otot yang teratur, sehingga menyebabkan perluasan leher rahim, dari situlah akan terjadi proses kelahiran.

        Setelah persalinan, hormone oksitosin juga bermanfaat untuk mengeringkan rahim dan meningkatkan kontraksi otot-ototnya yang terajut satu sama lain seperti jaring. Serat oto-otot yang terjaring tersebut berkontraksi sedemikian rupa, sehingga menyempitkan celah-celah rajutan tersebut yang diantara matanya terdapat kantong darah lembut dan mengalirkan darh, hal ini yang menjadi sebab terhentinya pendarahan secara bertahap. Serat-serat pembuluh darah vena yang berada di sekitar saluran ASI di payudara juga mengalami kontraksi, sehinggga menjadikan derasnya ASI ketika saluran-salauran ini beserta air susu yang dikandungnya mengalami kontraksi. Dari situlah terjadi proses penyusuan anak secara sempurna.

 

Mengapa Islam Menganjurkan Bayi di-tahnik (diloloh) dengan Kurma?

           Dari Abu Musa radhiallohu ’anhu berkata : “Seorang bayi lahir, akupun membawanya kepada Nabi shallallahu ‘alaihi wa sallam. Beliau shallallahu ‘alaihi wa sallam menamainya Ibrohim dan mentahnik (melolohkan di atas langit-langit mulut bayi) dengan sebutir Kurma, memohonkan berkah baginya, kemudian menyerahkan padaku”. [HR. Muslim No.3997].

            Pada buah Kurma terkandung unsur-unsur vital yang dapat melindungi bayi dari penyakit dan menguatkan daya tahan tubuhnya yang telah diberikan Alloh. Buah Kurma bi idznillah (dengan izin Alloh) berperan sebagai vaksin yang kan melindungi sepanjang hidupnya. Air liur kedua orang tuanya juga akan mengikat hati bayi dengan cinta mereka dan mengalirkan baginya fitrah yang suci, sehingga bayi insya Alloh akan tumbuh dengan baik dan bersih. Bayi akan selalu merasakan manisnya iman, sebagaimana manisnya Kurma yang bercampur dengan air liur orang tuanya.

        Cara mentahnik bayi yang diajarkan Nabi Muhammad shallallahu ‘alaihi wa sallam, lihat dan klik pada artikel berikut :

“INILAH CARA, RAHASIA MEDIS DAN MANFAAT TAHNIK BAYI : Mengunyahkan lumatan kurma ke langit-langit mulut bayi yang baru lahir”

 

 

Komposisi :

Kurma Ajwah / Kurma Nabi ……… 100%

 

Khasiat :

–  Secara empiris untuk terapi gangguan jin (sihir) dan menetralisir racun

–  Secara tradisional membantu mengobati penyakit : Demam, Demam Berdarah Dengue (DBD), Typhus, stroke, Anemia (kekurangan darah), loyo, dan lain-lain.

–  Meningkatkan daya tahan tubuh (immune system)

–  Menormalkan kolesterol dan trigliserid

–  Menormalkan tekanan darah

–  Menjaga kesehatan jantung dan liver

–  Merangsang nafsu makan pada anak

–  Meningkatkan produksi dan kualitas ASI

–  Mencegah pendarahan saat melahirkan

–  Memberi nutrisi pada ibu hamil

–  Baik untuk pencernakan dan memperlancar BAB (Buang Air Besar)

–  Mencegah maag dan menunda lapar

–  Memperbaiki metabolisme tubuh

–  Mengeluarkan racun-racun dan nikotin dari dalam tubuh (detoksifikasi)

–  Melancarkan peredaran darah dan mencegah Anemia

–  Meningkatkan stamina dan kebugaran

–  Memberi nutrisi pada tubuh & kulit

–  Sebagai Anti oksidan mencegah penuaan dini dan sel Kanker

–  Membantu pemulihan stamina pasca sakit

–  Dan membantu mengobati penyakit lainnya, karena herbal bersifat multikhasiat

 

 Aturan Makan :

–  Baca “Bismilllah” sebelum makan

–  Pencegahan : 7 butir / hari (setiap pagi hari)

–  Sebaiknya dikonsumsi dalam jumlah ganjil

 

Harga :

500 gram = Rp.265.000,-

1000 gram = Rp.435.000,-

(Harga bisa berubah sewaktu-waktu sesuai kebijakan importir dan kenaikan Dollar)

 

TUNGGU APA LAGI….???

CEGAH Sebelum Terjadi dan

SEGERA Obati Sebelum Terlambat…!!!

 

ARTIKEL MENARIK LAINNYA :

Hubungi kami

081 5665 3474
081 5665 3474
081 5665 3474