EPILEPSI BINASYIFA

Kategori Epilepsi dan Kejang-kejang
Stok 56
Di lihat 2033 kali
Berat ( /pcs )0.1 Kg
Harga Rp 50.000
Beli Sekarang
081 5665 3474
081 5665 3474
081 5665 3474

epilepsi 2

Herbal kapsul Epilepsi / Ayan alami yang diformulasi khusus untuk meningkatkan daya tahan tubuh, melancarkan peredaran darah ke otak, membersihkan racun-racun dari dalam tubuh, dan secara tradisonal untuk mencegah / mengobati berbagai penyakit Epilepsi / Ayan. Herbal EPILEPSI BINASYIFA diracik dari berbagai ekstrak herba unggulan yang berkhasiat tinggi, seperti : Daun Dewa, Daun Jintan, Pegagan, dan Gamat / Tripang Laut. EPILEPSI BINASYIFA Herbal Kapsul untuk Penyakit Epilepsi / Ayan yang Laris di Pasaran. Buktikan Khasiatnya….!!!

 

 Isi :  

50 kapsul @500mg

Cangkang Kapsul Reg LP Pom MUI : 00140016360701

 

Tentang EPILEPSI BINASYIFA :

       EPILEPSI BINASYIFA adalah herbal alami yang diproduksi oleh CV. Bina Syifa Mandiri – Yogyakarta. CV. Bina Syifa Mandiri merupakan produsen sentra alami Attibbun Nabawi yang mengembangkan metode pengobatan alami, mengacu pada sistem pengobatan Nabi dan dipadukan dengan tanaman asli Indonesia yang sudah turun-temurun secara empiris terbukti berkhasiat mengatasi berbagai macam penyakit. Alhamdulillah produk CV. Bina Syifa Mandiri – Yogyakarta mendapat izin resmi DEPKES, Lolos Uji Mikrobiologi, Uji Bebas Bahan Kimia Obat, Cangkang Kapsul Halal, dibawah pengawasan Apoteker, dan 100% alami.

 

EPILEPSI

        Ayan atau Epilepsi adalah penyakit saraf menahun yang menimbulkan serangan mendadak berulang-ulang tak beralasan. Kata ‘epilepsi’ berasal dari bahasa Yunani (Epilepsia) yang berarti ‘serangan’.

 

Penyebab Epilepsi / Ayan

        Otak kita terdiri dari jutaan sel saraf (neuron), yang bertugas mengoordinasikan semua aktivitas tubuh kita termasuk perasaan, penglihatan, berpikir, menggerakkan [otot].

        Pada penderita ayan, kadang-kadang sinyal-sinyal tersebut, tidak beraktivitas sebagaimana mestinya. Hal ini dapat diakibatkan oleh berbagai unsur-unsur, antara lain; trauma kepala (pernah mengalami cedera di daerah kepala), tumor otak, dan lain sebagainya.

        Umumnya ayan mungkin disebabkan oleh kerusakan otak dalam proses kelahiran, luka kepala, stroke, tumor otak, alkohol. Kadang-kadang, ayan mungkin juga karena genetika, tapi ayan bukan penyakit keturunan. Tapi penyebab pastinya tetap belum diketahui.

 

Klasifikasi Epilepsi

       Berikut merupakan klasifikasi internasional dari kejang epileptikus.

1. Kejang Umum / General

       Kejang bersifat simetris di kedua sisi dan tanpa didahului kejang lokal, berdasarkan kontraksi otot yang timbul kejang umum terbagi lagi menjadi berbagai jenis: A. Tonik, clonik, or tonik-clonik (grand mal) B. Absence (petit mal) C. Lennox-Gastaut syndrome D. Juvenile myoclonic epilepsy E. Spasme pada bayi. (West syndrome) F. Atonic (astatic, akinetic) seizures

 

2. Kejang Sebagian / Parsial / Fokal

       Kejang parsial diawali dari gejala yang bersifat lokal.

A. Simpel

       Kejang parsial yang timbul tanpa adanya kehilangan/perubahan kesadaran dan fungsi psikologis Berdasarkan macam-macam sistem saraf yang dipengaruhi kejang fokal simpel terbagi kembali menjadi beberapa jenis: 1. “Motoris”–jika lesi berasal dari lobus frontalis 2. “Somatosensor”/ panca indera akan bermanifestasi dalam bentuk aura 3. “Otonom” 4. Hanya psikologis

B. Kompleks

    Jika pasien mengalami hilang kesadaran :

–  Diawali dengan kejang parsial yang lambat laut bertambah progresif dan akhirnya pasien kehilangan kesadaran

–  Dari awal sudah terjadi hilang kesadaran.

 

Epilepsi Bukan Penyakit Menular

        Meski epilepsi atau ayan sudah dikenal lama tapi pemahaman tentang penyakit ini masih rendah salah satunya mengira epilepsi adalah penyakit menular. Padahal epilepsi bukanlah penyakit menular sehingga penyandangnya tak perlu dikucilkan. Banyak orang yang memiliki pandangan epilepsi adalah penyakit kutukan, kena guna-guna, kerasukan roh, dapat menular melalui air liur yang dikeluarkan serta tidak boleh terkena air atau dekat api. Namun semua anggapan itu tidaklah benar.

        Kondisi ini membuat penyandang epilepsi kadang dikucilkan dari lingkungan dan membuatnya merasa tertekan serta depresi. Padahal epilepsi dapat diobati dan dikendalikan sehingga bisa hidup normal.

        “Epilepsi sama sekali tidak menular dan bukan penyakit menular. Dengan demikian, jangan sekali-kali mengucilkan penyandang epilepsi,” ujar Dr Hardiono D Pusponegoro, SpA(K) dari divisi saraf anak, Departemen Ilmu Penyakit Anak UI dalam acara seminar media ‘Mari Hapus Stigma Negatif Epilepsi’ di Hotel Sahid Jaya, Jakarta, Kamis (15/12/2011).

        Dr Hardiono menuturkan ada pasangan yang tidak jadi menikah setelah tahu si perempuan memiliki epilepsi. Padahal tidak terdapat kaitan yang jelas antara orangtua yang epilepsi dengan anak-anaknya yang menyandang epilepsi.

(Sumber : http://health.detik.com/read/2011/12/15/170315/1792174/763/bukan-penyakit-menular-jangan-kucilkan-penyandang-epilepsi)

 

Epilepsi Dapat Disembuhkan

        PENYAKIT epilepsi, meski belum diketahui penyebab pastinya, sebenarnya bisa disembuhkan. Hanya saja, butuh kepatuhan dalam mengkonsumsi obat. Hal itu diungkapkan dr Suryani Gunadharma, SpS dalam peringatan Hari Epilepsi Se-Dunia atau World Purple Day di Jakarta, Rabu (20/03).  Dengan kepatuhan minum obat dengan dosis dan waktu yang tepat bisa mempercepat proses penyembuhan.

        “Jika selama 2-5 tahun tanpa ada serangan, obat bisa diturunkan lalu bisa dihentikan. Selama pengobatan, 6-12 bulan harus control untuk melihat reaksi dan efek samping dari obat tersebut,” jelas Suryani.

        Sebab menurutnya, penggunaan obat dengan jangka panjang perlu dicek. Jika dilihat ada efek samping maka bisa dihentikan, diganti, atau diturunkan. Apalagi untuk pasien epilepsi, lanjutnya, jika tidak dikontrol akan menyebabkan serangan menjadi lebih sering.

         “Ini sangat berbahaya. Sebab jika terserang terlalu sering, misalnya empat kali dalam sebulan bisa membuat kerusakan otak. Penyakit epilepsi memang merupakan bagian dari penyakit saraf, pungkasnya. [Sumber : http://indonesiarayanews.com/read/2013/03/20/52798/rss.xml]

 

“Kami mengimbau penderita epilepsi beserta keluarga supaya tidak malu memeriksakan kondisi kesehatannya ke dokter atau rumah sakit. Tidak hanya keluarga, masyarakat atau lingkungan tempat ting­galnya pun harus memberikan dukungan. Jangan menganggap epilepsi penyakit menakutkan. Stigma buruk epilepsi harus dihilangkan sehingga penderita dapat hidup sejajar dengan masyarakat lain tanpa merasa rendah diri,” terang dokter spesialis neurologi RSUP M Djamil, Meiti Frida saat jumpa pers di Ruang Bagian Ilmu Penyakit Syaraf FK Unand RSUP M Djamil, Selasa (25/6).

 

 

Komposisi :

  • Gynura Segetum (Daun Dewa)
  •  Coleus Ambonicus (Daun Jintan)
  •  Centella Asiatica (Pegagan)
  •  Sea Cucumber (Gamat / Tripang Laut)

 

Khasiat :

–  Secara tradisional membantu terapi pengobatan Epilepsi

–  Membantu regenerasi sel-sel otak

–  Meningkatkan konsentrasi dan daya ingat

–  Menenangkan mental

–  Melancarkan peredaran darah ke otak dan ke seluruh tubuh

–   Mencegah stroke

–   Meningkatkan daya tahan tubuh (immune system)

–   Meningkatkan stamina dan kebugaran

–   Sebagai anti oksidan / anti radikal bebas untuk mencegah penuaan dini dan sel Kanker

–   Membantu pemulihan pasca sakit

–   Mengeluarkan racun-racun dari dalam tubuh

–   Dan membantu mengobati penyakit lainnya, karena herbal bersifat multikhasiat

 

Aturan Minum :

3 × 1-3 kapsul/hari (Diminum 1 jam sebelum makan)

 

Anjuran Terapi pendukung :

–  Baik dipadukan dengan mengkonsumsi Minyak Daun Bidara  /Widoro / Sidr, Habbatussauda, dan Madu

–  Lakukan terapi bekam / hijamah

–  Pengobatan membutuhkan waktu dan kesabaran

–  Bertawakal dan mengharap kesembuhan kepada Allah ‘Azza wa Jalla

–  Minum air putih yang cukup, minimal 8 – 10 gelas/hari

–   Berhentilah mengkonsumsi rokok dan alcohol

–   Konsumsi berbagai jus sayur dan buah

–   Olahraga tertatur dan kontrol emosi dengan memecahkan problem dengan ketenangan

–   Hidup seimbang antara aktivitas, makan, minum, dan istirahat.

 

Produksi :

CV. Yogya Visiprima – Yogyakarta, Indonesia

 

Distributor :

Bina Syifa Herbals – Yogyakarta, Indonesia

 

Konsultasi :

Ny. Suprapti, AMK, 0274-6900595 (tidak menerima SMS)

 

Harga :

Rp.50.000,-

  (Harga yang tertera sesuai dengan harga yang ditentukan produsen di katalog, harga tersebut belum termasuk diskon, dan bisa berubah sewaktu-waktu sesuai kebijakan produsen)

 

TUNGGU APA LAGI….???

CEGAH Sebelum Terjadi dan

SEGERA Obati Sebelum Terlambat…!!!

 

 

 

ARTIKEL MENARIK LAINNYA :

 

MENGENAL EPILEPSI seri 1

 

 

Rp 60.000
Order Sekarang » SMS : 081 5665 3474
ketik : Kode - Nama barang - Nama dan alamat pengiriman
Nama BarangHERBA TDR INSOMNIA EPILEPSI Herbal Indo Utama
Harga Rp 60.000
Lihat Detail »
Rp 40.000
Order Sekarang » SMS : 081 5665 3474
ketik : Kode - Nama barang - Nama dan alamat pengiriman
Nama BarangKAPSUL PEGAGAN Herbal Indo Utama
Harga Rp 40.000
Lihat Detail »
base
Rp 70.000
Order Sekarang » SMS : 081 5665 3474
ketik : Kode - Nama barang - Nama dan alamat pengiriman
Nama BarangMADU HERBAL TASNIM BRAIN
Harga Rp 70.000
Lihat Detail »
Rp 45.000
Order Sekarang » SMS : 081 5665 3474
ketik : Kode - Nama barang - Nama dan alamat pengiriman
Nama BarangEPILOSS HERBAL EPILEPSI
Harga Rp 45.000
Lihat Detail »
Rp (hubungi cs)
Order Sekarang » SMS : 081 5665 3474
ketik : Kode - Nama barang - Nama dan alamat pengiriman
Nama BarangMengenal Penyakit Epilepsi / Ayan
Harga Rp (hubungi cs)
Lihat Detail »

Hubungi kami

081 5665 3474
081 5665 3474
081 5665 3474