Mengenal Penyakit Jantung

Kategori Jantung
Di lihat 597 kali
Harga Rp (hubungi cs)
Beli Sekarang
081 5665 3474
081 5665 3474
081 5665 3474

PENYAKIT JANTUNG PEMBUNUH NOMER SATU DI DUNIA

       Jantung adalah organ tubuh yang bertugas memompa darah yang kaya sari makanan dan oksigen keseluruh tubuh sehingga metabolism tubuh dapat berjalan lancar. Bilik kiri jantung berfungsi memompa darah bersih (kaya oksigen) ke seluruh tubuh. Bilik kanan jantung menampung darah (yang rendah oksigen) yang kemudian dialirkan ke hati untuk dibersihkan.

       Ukuran jantung normal sebesar kepalan tangan kiri pemiliknya. Jantung terus bekerja sepanjang hari selama hidup manusia. Jantung berdenyut normal sebanyak 60-80 kali per menit, denyutan bertambah cepat pada saat aktivitas atau emosi, agar kebutuhan energy yang diperlukan tubuh terpenuhi. Dalam sehari semalam, jantung berdenyut lebih dari 100 ribu kali. Kata istirahatbagi jantung tida berarti berhenti berdenyut, tetapi berdenyut minimal. Itu sebabnya, tidur menjadi salah satu hal penting dalam menjaga kesehatan jantung dan semua anggota tubuh yang vital.

       Penyakit jantung adalah suatu kondisi yang menyebabkan jantung tidak dapat berfungsi dengan baik.  Ada banyak jenis penyakit jantung, tetapi yang paling banyak terjadi adalah Penyakit Jantung Koroner (PJK). Penyakit ini menjadi pembunuh nomer satu di dunia dan di Indonesia. Penyakit Jantung Koroner terjadi karena penyempitan pembuluh darah koroner. Pembuluh darah menyempit akibat adanya penumpukan lemak pada dinding pembuluh darah. Ketika arteri atau pembuluh darah tersumbat , aliran darah ke otot jantung berkurang atau justru berhenti sehingga mengganggu kerja jantung sebagai pemompa darah. Pembentukan plak lemak dalam arteri selanjutnya mendorong munculnya serangan jantung.

       Dan bukan  rahasia lagi pengobatan konvensional kedokteran solusi akhirnya pasti dengan ”PISAU BEDAH” dan biaya mahal. Penyebab jantung koroner adalah karena penumpukan zat lemak secara berlebihan di lapisan dinding nadi pembuluh koroner, yang dipengaruhi oleh pola makan yang kurang sehat, kurangnya beraktifitas dan berolahraga, Kecanduan rokok dan alkohol, stress yang berkepanjangan, hipertensi dan kolesterol tinggi.

     

DEFINISI PENYAKIT JANTUNG

       Arteri koroner adalah pembuluh darah di jantung yang berfungsi menyuplai makanan bagi sel-sel jantung. Penyakit jantung koroner terjadi bila pembuluh arteri koroner tersebut tersumbat atau menyempit karena endapan lemak, yang secara bertahap menumpuk di dinding arteri. Proses penumpukan itu disebut aterosklerosis, dan bisa terjadi di pembuluh arteri lainnya, tidak hanya pada arteri koroner.

       Kurangnya pasokan darah karena penyempitan arteri koroner mengakibatkan nyeri dada yang disebut angina, yang biasanya terjadi saat beraktivitas fisik atau mengalami stress. Bila darah tidak mengalir sama sekali karena arteri koroner tersumbat, penderita dapat mengalami serangan jantung yang mematikan. Serangan jantung tersebut dapat terjadi kapan saja, bahkan ketika Anda sedang beristirahat.

       Penyakit jantung koroner juga dapat menyebabkan daya pompa jantung melemah sehingga darah tidak beredar sempurna ke seluruh tubuh (gagal jantung). Penderita gagal jantung akan sulit bernafas karena paru-parunya dipenuhi cairan, merasa sangat lelah, dan bengkak-bengkak di kaki dan persendian.

 

Faktor penyebab penyempitan pembuluh darah :

• Faktor usia

        Penyempitan pembuluh darah biasanya terjadi akibat proses arterosclerosis, yaitu terbentuknya bercak menebal pada dinding pembuluh arteri bagian dalam, sehingga mempersempit aliran darah ke otot jantung. Penyempitan itu bisa terus menebal hingga menutupi aliran darah dalam arteri koronaria, yang akhirnya membunuh jantung. Proses arteroclerosis sering terjadi akibat faktor usia, yakni faktor yang tidak bisa dicegah karena proses alamiah.

• Faktor bawaan sejak lahir

       Faktor ini juga sulit untuk dikendalikan

• Faktor kolesterol tinggi

       Sebenarnya kolesterol dibutuhkan untuk memelihara kelangsungan fungsi-fungsi organ, akan tetapi bila  kadar kolesterol dalam darah tinggi dapat mempermudah terjadinya bercak pada dinding dalam arteri koronaria.

 

Gejala umum yang sering terjadi  adalah :

       Gejala penyakit jantung bervariasi sesuai dengan jenisnya. Banyak juga jenis yang tidak menunjukkan gejala pada fase-fase awal. Selain itu, antara penderita satu dengan lainnya juga memiliki gejala yang berbeda. Sebagai patokan umum, berikut adalah gejala yang mungkin dirasakan :

–  Nyeri dada

–  Sesak napas

–  Lemah dan lelah

–  Jantung berdebar

–  Kepala terasa melayang

–  Pingsan atau merasa mau pingsan

 

Faktor Risiko

1. Kadar Kolesterol Tinggi

       Penyebab penyakit jantung koroner adalah endapan lemak pada dinding arteri koroner, yang terdiri dari kolesterol dan zat buangan lainnya. Untuk mengurangi risiko penyakit jantung koroner, Anda harus menjaga kadar kolesterol dalam darah. Kolesterol adalah senyawa lemak kompleks yang secara alamiah dihasilkan tubuh dan bermanfaat bagi pembentukan dinding sel dan hormon. Dua pertiga kolesterol diproduksi oleh hati (liver), sepertiga lainnya diperoleh langsung dari makanan. Kolesterol diedarkan dalam darah melalui molekul yang disebut lipoprotein. Ada dua jenis lipoprotein, yaitu low-density lipoprotein (LDL), and high-density lipoprotein (HDL).

       LDL mengangkut kolesterol dari hati ke sel-sel tubuh. HDL berfungsi sebaliknya, mengangkut kelebihan kolesterol ke hati untuk diolah dan dibuang keluar. LDL yang berlebihan dapat menyebabkan penumpukan kolesterol pada dinding arteri sehingga disebut “kolesterol jahat”. Kadar LDL yang optimal adalah 100- 129 mg/dL. Kelebihan LDL menyebabkan HDL “kewalahan” membuang kolesterol yang berlebih. Total kolesterol yang dianjurkan (HDL + LDL) adalah di bawah 200 mg/dL (border line = 240).

2. Tekanan Darah Tinggi/Hipertensi

       Tekanan darah tinggi menambah kerja jantung sehingga dinding jantung menebal/kaku dan meningkatkan risiko penyakit jantung koroner.

       Ada dua pengukuran tekanan darah. Tekanan sistolik adalah tekanan darah yang memancar dari jantung ke seluruh tubuh. Tekanan diastolik adalah tekanan darah yang kembali mengisi jantung. Secara umum orang dikatakan menderita hipertensi bila tekanan darah sistolik/diastoliknya di atas 140/90 mmHg.

3. Trombosis

       Trombosis adalah gumpalan darah pada arteri atau vena. Bila trombosis terjadi pada pembuluh arteri koroner, maka Anda berisiko terkena penyakit jantung koroner. Trombosis biasanya berada pada dinding pembuluh yang menebal karena aterosklerosis. Merokok meningkatkan risiko trombosis hingga beberapa kali lipat.

4. Kegemukan

       Kegemukan (obesitas) meningkatkan risiko tekanan darah tinggi dan diabetes. Orang yang kegemukan juga cenderung memiliki kadar HDL rendah/LDL tinggi.

5. Diabetes mellitus

       Diabetes meningkatkan risiko penyakit jantung koroner, terlebih bila kadar gula darah tidak dikontrol dengan baik. Dua pertiga penderita diabetes meninggal karena penyakit jantung dan gangguan kardiovaskuler lainnya.

6. Penuaan

      Risiko penyakit jantung koroner meningkat seiring usia. Semakin tua, semakin menurun efektivitas organ-organ tubuh, termasuk sistem kardiovaskulernya. Lebih dari 80 persen penderita jantung koroner berusia di atas 60 tahun. Laki-laki cenderung lebih cepat terkena dibandingkan perempuan, yang risikonya baru meningkat drastis setelah menopause.

7. Keturunan

       Risiko Anda lebih tinggi bila orang tua Anda juga terkena penyakit jantung koroner, terlebih bila mulai mengidap di usia kurang dari 60 tahun.

 

 

Solusi Menghindari Gangguan Jantung :

  • Melakukan pengobatan hingga kadar kolesterol menjadi normal
  • Kontrol makanan yang dikonsumsi, gizi seimbang, diet  kolesterol, dan hindari makanan yang berlemak jenuh tinggi
  • Berhenti merokok dan tidak minum alcohol
  • Menghindari stress. Buatlah suasana yang menyenangkan dan lakukan relaksasi-relaksasi Setiap hari.
  • Turunkan berat badan jika mengalami kegemukan
  • Memperbanyak makan buah, sayuran dan biji-bijian yang mengandung antioksidan tinggi (Vitamin A, C dan E). Antioksidan mencegah lemak jenuh berubah menjadi kolesterol.
  • Tidak minum kopi berlebihan.
  • Rajin berolah raga. Olah raga aerobik selama 30 menit setiap hari, 3-4 kali seminggu dapat memperkuat jantung, membakar lemak dan menjaga kesimbangan HDL dan LDL.

 

 

ARTIKEL MENARIK LAINNYA :

 

Stop Merokok

base
Rp 60.000
Order Sekarang » SMS : 081 5665 3474
ketik : Kode - Nama barang - Nama dan alamat pengiriman
Nama BarangHIUCARDIOCARE HERBAL JANTUNG Herbal Indo Utama
Harga Rp 60.000
Lihat Detail »
base
Rp 150.000
Order Sekarang » SMS : 081 5665 3474
ketik : Kode - Nama barang - Nama dan alamat pengiriman
Nama BarangKLOROFIL K-LINK UIE K-LIQUID CHLOROPHYLL
Harga Rp 150.000
Lihat Detail »
Rp 50.000
Order Sekarang » SMS : 081 5665 3474
ketik : Kode - Nama barang - Nama dan alamat pengiriman
Nama BarangCARDIOFIT
Harga Rp 50.000
Lihat Detail »
base
Rp 55.000
Order Sekarang » SMS : 081 5665 3474
ketik : Kode - Nama barang - Nama dan alamat pengiriman
Nama BarangHIUCARDIOCARE
Harga Rp 55.000
Lihat Detail »

Hubungi kami

081 5665 3474
081 5665 3474
081 5665 3474